Makwe aku Pontianak



bukan aku tidak tahu
lewat malam tadi
kau singgah di jendela aku
separa terbuka
kornea kau sedar aku kesejukan
posisi disebelah aku menjadi pilihan
ditarik selimut hingga ke leher aku
getaran liang liang roma aku hilang
sedikit demi sedikit

yang aku tahu
bangun saja dari tidur
ada tompokan darah di selimutku
dan sedikit di leher
hanyir dan panas
aku senyum

No comments: