Pengalaman di Moscow setahun lepas, hampir saja aku lupa kenangan itu, tapi hari ini aku teringat kembali saat berada disana. ingin aku kongsi sebuah ceritera indah sewaktu disana dalam bentuk penceritaan indah..itu saja aku dapat ungkapkan pabila melewati sebuah kotak dinding besar berisi barangan berharga. Aku khayal dengan keindahan ciptaan manusia ni. Asyik aku dilamun sebuah khayalan, tiba-tiba datang seorang gadis, perlahan-perlahan menghampiri dinding besar itu, di atas kepalanya dipenuhi salji putih yang turun sejak malam tadi umpama gerakan perlahan sayu sebuah air beku yang halus. Aku memerhatikan sahaja gelagat gadis itu, hidungnya mancung, rambutnya hitam paras bahu, matanya biru laut asli, berseluar jeans biru lusuh ketat, berkasut boot merah tinggi dan sweater tebal hitam berbulu, lama aku memerhatikan dia dengan tidak semena-mena dia memandang aku, aku sedikit kaget, reaksi spontan aku lalu muncul dengan tiba-tiba, aku memberi isyarat dengan mengisyaratkan tangan aku ...
Assalamualaikum.. pernah aku diceritakan mengenai istiqarah dimana istiqarah ini setahu aku ketika tu hanya solat sunat semata untuk meminta petunjuk..dan itulah satu-satu caranya tapi one day ada seorang ustaz ni cerita kat aku cara lain untuk istiqarah selain solat sunat which is guna al-quran dan tasbih...hm...mula-mula aku dengar pelik jugak, hehe..tapi bila dijelaskan dengan seterang terangny baru aku faham and aku ada jumpa artikel pasal istiqarah ni..meh kita baca. Tanya: Apakah istikharah dengan menggunakan Al-Qur’an dan Tasbih memiliki bukti-bukti kebenaran yang jelas? Apakah memangnya Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan untuk digunakan sebagai alat meramal? Apakah untaian butir-butir biji tasbih juga dapat menentukan nasib manusia? Mengapa sebagian dari saudara kita yang beriman yang meskipun telah berkonsultasi masih saja belum mendapatkan kepastian untuk melakukan sesuatu atau meninggalkannya lalu akhirnya ia ber- istikharah setelahnya? Apakah hal ini bukan me...
Aku buka jendela, angin kuat masuk bersama serpihan daun kering, ahh ini cilake, aku separuh bogel, sejuk dia bawa aku ke sakaratul maut. "sayang, baju you" dia mencampakkan baju kepada aku. "kalau you still nak rasa nikmat malam tadi pakai lah baju" aku hanya tersenyum nakal terkenang saat malam tadi. Dia menyarungkan segala pakain dia dari lingerie hinggalah windbreaker jenama North Face yang aku belikan untuk dia samasa bercuti di Seoul dulu. "hati-hati babe, jalan licin, salji tebal" dia memandangkan aku dan senyum sebelum menutup pintu rumah. Aku kembali keseorangan untuk pagi ini, kalau solat Subuh sempat lagi ni, aku mempercepatkan gerakan ku ke bilik air untuk mandi junub...
Comments